REKONSTRUKSI METODOLOGI PENDIDIKAN AGAMA DI ERA DIGITAL: TANTANGAN DAN PELUANG NYATA

   

REKONSTRUKSI METODOLOGI PENDIDIKAN AGAMA DI ERA DIGITAL: TANTANGAN DAN PELUANG NYATA

Abstrak

Era digital membawa pergeseran paradigma dalam lanskap pendidikan, tidak terkecuali Pendidikan Agama. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana digitalisasi mengubah cara nilai-nilai keagamaan diajarkan dan diinternalisasi oleh generasi muda. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui studi pustaka (library research), penelitian ini menemukan bahwa tantangan utama pendidikan agama di era digital adalah disinformasi keagamaan (hoaks), pendangkalan pemahaman akibat konten instan, dan penurunan otoritas moral guru. Namun, era ini juga menawarkan peluang besar berupa akses sumber belajar yang tak terbatas, visualisasi materi yang interaktif, dan fleksibilitas ruang belajar. Artikel ini merekomendasikan model integrasi "Tekno-Pedagogi Keagamaan" yang memadukan kecerdasan digital dengan penguatan akhlak (cyber-ethics).

  I.         Pendahuluan

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah mengubah cara manusia berinteraksi, berpikir, dan belajar. Generasi masa kini, yang sering disebut sebagai digital natives, menghabiskan sebagian besar waktunya di dunia maya. Fenomena ini menghadirkan tantangan baru bagi Pendidikan Agama, yang secara tradisional sangat bergantung pada interaksi tatap muka (talaqqi) dan keteladanan langsung.

Pendidikan agama bukan sekadar transfer pengetahuan (transfer of knowledge), melainkan transfer nilai (transfer of value). Ketika ruang kelas berpindah ke layar gawai, muncul pertanyaan besar: Bagaimana menjaga sakralitas dan internalisasi nilai moral agama di tengah derasnya arus informasi digital? Oleh karena itu, rekonstruksi metodologi pembelajaran agama menjadi hal yang mendesak untuk diteliti.

II.         Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif. Data dikumpulkan melalui studi kepustakaan (library research) terhadap jurnal-jurnal ilmiah, buku, dan regulasi terkait pendidikan serta teknologi yang diterbitkan dalam rentang waktu lima tahun terakhir. Analisis data dilakukan melalui tiga tahap: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk merumuskan konsep pendidikan agama yang adaptif di era digital.

III.         Hasil dan Pembahasan

A.     Tantangan Pendidikan Agama di Ruang Digital

1.      Komodifikasi dan Dangkalnya Pemahaman Agama: Konten keagamaan di media sosial sering kali dipangkas menjadi durasi pendek (seperti TikTok atau Instagram Reels). Hal ini berisiko melahirkan pemahaman agama yang tekstual, instan, dan sepotong-sepotong tanpa kedalaman metodologis.

2.      Krisis Otoritas Keagamaan: Di internet, siapa saja bisa menjadi "tokoh agama" dadakan tanpa latar belakang pendidikan agama yang jelas. Hal ini mengaburkan batas antara ulama/guru yang otoritatif dengan pembuat konten (content creator) biasa.

3.      Tantangan Akhlak (Cyberbullying dan Pornografi): Kemudahan akses internet memicu paparan konten negatif yang merusak moralitas peserta didik, sehingga memerlukan benteng spiritual yang lebih kuat.

B.      Peluang dan Inovasi Pembahasan

Meskipun menantang, era digital menyediakan alat (tools) yang sangat kaya untuk memperluas jangkauan dakwah dan pendidikan:

Dimensi

Pendekatan Konvensional

Inovasi Era Digital

Media Belajar

Buku cetak, papan tulis

Aplikasi interaktif, E-Book, Infografis, Animasi 3D

Ruang Kelas

Terbatas ruang fisik dan waktu

Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), Learning Management System (LMS)

Sumber Hukum/Teks

Perpustakaan fisik

Open-access maktabah digital (contoh: Maktabah Syamilah, tafsir online)

C.      Strategi "Tekno-Pedagogi Keagamaan"

Untuk menghadapi realitas ini, guru agama tidak boleh antipati terhadap teknologi, melainkan harus menguasainya. Strategi yang ditawarkan meliputi:

·      Blended Learning Berbasis Nilai: Menggabungkan efisiensi diskusi daring dengan penguatan karakter saat tatap muka.

·      Kurikulum Literasi Digital (Fikih Informasi): Mengajarkan peserta didik cara menyaring (tabayyun) informasi keagamaan di internet agar terhindar dari hoaks dan radikalisme.

IV.         Kesimpulan

Pendidikan agama di era digital tidak boleh berjalan di tempat dengan metode konvensional yang monoton. Era digital harus dilihat sebagai ruang baru untuk menyemaikan nilai-nilai spiritual. Kunci keberhasilan pendidikan agama masa kini terletak pada kemampuan pendidik dalam mengintegrasikan teknologi digital sebagai alat, tanpa kehilangan ruh pendidikan itu sendiri, yaitu pembentukan akhlak mulia dan karakter yang akuntabel di dunia nyata maupun maya.


Pendidikan Agama di Era Digital (Tantangan dan Solusinya)

Pendidikan Agama di Era Digital

(Tantangan dan Solusinya)

 

Era digital ditandai dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang mempengaruhi berbagai sektor kehidupan, termasuk pendidikan. Pendidikan agama memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan moral peserta didik. Namun, dalam era digital saat ini, pendidikan agama menghadapi tantangan yang semakin kompleks.

Perubahan pola komunikasi, akses informasi yang tidak terbatas, karakter generasi, pemahaman agama yang berdasarkan taklid-taklid radikal, serta pengaruh globalisasi menjadi faktor utama yang mempengaruhi proses internalisasi nilai-nilai agama pada generasi muda. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan baru yang adaptif dan inovatif dalam penyelenggaraan pendidikan agama.

Pemahaman dasar tentang agama yang dimiliki oleh kebanyakan anak muda saat ini cendrung goyah dan dapat dipengaruhi dengan mudah, melalui ketajaman topik dan maraknya pembahasan-pembahasan tentang ilmu agama yang bersifat radikal dan misionaris. Terlebih kebanyakan generasi zaman sekarang seringkali menilai sesuatu khususnya tentang pemahaman kepercayaan dengan menggunakan logikla dan akal fikir tanpa mencari sejarah maupun informasi yang lebih jelas dan akurat melalui sumber asalnya.

Munculnya tokoh agama baru menjadi semakin banyak tak jarang pemahaman tentang  agama mereka hanya sebatas media digital dan cara berlogika. yang mana hal ini menjadi hal yang sering diterima di masyarakat karena sesuai dengan kemampuan fikir dan logika dan related dengan kehidupan yang sedang mereka jalani.

Keaslian ajaran agama menjadi semakin terkikis secara perlahan, dan generasi muda menjadi malas mencari sumber asli tentang ajaran agama sesuai dengan ajaran agama samawi yang dijarkan oleh para Nabi dan Pengikutnya dahulu. Sehingga perkara hal ini dapat memunculkan aliran-aliran yang menyimpang dan doktrin yang salah dalam pemahaman agama.

Taklid Buta mungkin menjadi sebutan yang pas untuk saat ini, karena kebanyakan manusia hanya mempercai apa yang dia dengar dari tokoh agama,  berita yang viral dan pembahasan yang fyp. Tanpa menyaring dan mencari sumber asal konteks yang sedang mereka pelajari atau pahami.

Solusi untuk mengurangi kesalah fahaman dalam mempelajari agama melalui media digital bisa kita lakukan dengan memvalidasi setiap konten yang beredar, melihat dan membandingkan dengan keabsahan data, selain itu juga mencari sumber asal konteks pada buku-buku atau referensi yang relevan sesuai ajaran agama.

ILMU GHARIB

ILMU GHARIB

Gharib adalah ayat dalam Alquran yang dibaca dengan cara tidak biasa. Menurut istilah ulama qurra’, gharib memiliki arti sesuatu yang perlu penjelasan khusus karena cara bacanya yang samar.

I.          TANDA WAQAF

ط قلى قف ج

؞       ؞

.    مـ      .

تندا وقف

معانقه

وقف لازمـ

مـ                      = mim kecil waqaf lazim   = tanda harus berhenti

؞       ؞          = muanaqah                     = tanda berhenti disalah satu titik

ط قلى قف ج     = tanda waqaf                   = tanda sebaiknya berhenti.

ط = مطلق = afdhal berhenti

قلى = الوقف اولى = afdhal berhenti

قف = صيغة فعل امر = afdhal berhenti

ج = جائز = boleh berhenti, boleh terus

 

II.          TANDA WASHAL

صلى ق لا ز ص

تندا وصل

صلى ق لا ز ص    =   tanda washal    = tanda sebaiknya dibaca terus.

صلى = الوصل اولى = afdhal washal

ق = قيل وقف  = afdhal washal

لا = لاوقف فيه = afdhal washal

 ز= مجوّز = afdhal washal

ص = مرخّص = afdhal washal

III.          ANA

فَاَنَ

فَاَنَا

 

اَنَ

اَنَا

¯ Semua tulisan ana yang didahului alif, jika washal na-nya dibaca pendek, jika waqaf na-nya dibaca panjang 1 alif.

 

جَۤأَنَا

ءَ_نَا

¯ Semua tulisan ana yang didahului hamzah, baik washal maupun waqaf na-nya tetap dibaca panjang 1 alif.

¯ Semua tulisan Ana yang didahului alif Na-nya dibaca pendek kecuali empat yang Na-nya tetap dibaca panjang. Yaitu: أَنَابَ , أَنَابُوا , أَنَاسِيَّ , ٱلۡأَنَامِلَ

1.     أَنَابَ  na-nya tetap dibaca panjang 1 alif terdapat pada

·      Surat Ar-Rad/13 ayat 27 juz 13

وَيَقُولُ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْلَا أُنزِلَ عَلَيْهِ آيَةٌ مِّن رَّبِّهِۚ قُلْ إِنَّ اللَّهَ يُضِلُّ مَن يَشَاءُ وَيَهْدِي إِلَيْهِ مَنْ أَنَابَ 

·      Surat Lukman/31 ayat 15 juz 21

وَإِن جَاهَدَاكَ عَلَىٰ أَن تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَاۖ وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًاۖ وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّۚ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ 

·      Surat Sad/38 ayat 24 juz 23

قَالَ لَقَدْ ظَلَمَكَ بِسُؤَالِ نَعْجَتِكَ إِلَىٰ نِعَاجِهِۖ وَإِنَّ كَثِيرًا مِّنَ الْخُلَطَاءِ لَيَبْغِي بَعْضُهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَقَلِيلٌ مَّا هُمْۗ وَظَنَّ دَاوُودُ أَنَّمَا فَتَنَّاهُ فَاسْتَغْفَرَ رَبَّهُ وَخَرَّ رَاكِعًا وَأَنَابَ ۩ 

·      Surat sad/38 ayat 34 juz 23

وَلَقَدْ فَتَنَّا سُلَيْمَانَ وَأَلْقَيْنَا عَلَىٰ كُرْسِيِّهِ جَسَدًا ثُمَّ أَنَابَ 

2.     أَنَابُوا  na-nya tetap dibaca panjang 1 alif  Terdapat disurat az-Zumar/39 ayat 17 juz 23

وَالَّذِينَ اجْتَنَبُوا الطَّاغُوتَ أَن يَعْبُدُوهَا وَأَنَابُوا إِلَى اللَّهِ لَهُمُ الْبُشْرَىٰۚ فَبَشِّرْ عِبَادِ 

3.    أَنَاسِيَّ na-nya tetap dibaca panjang 1 alif Terdapat disurat al-furqan/25 ayat 49 juz 19

لِّنُحْيِيَ بِهِ بَلْدَةً مَّيْتًا وَنُسْقِيَهُ مِمَّا خَلَقْنَا أَنْعَامًا وَأَنَاسِيَّ كَثِيرًا 

4.    ٱلۡأَنَامِلَ   na-nya tetap dibaca panjang 1 alif  Terdapat di Surat Ali Imran/3 ayat 119 juz 4

هَٰٓأَنتُمۡ أُوْلَآءِ تُحِبُّونَهُمۡ وَلَا يُحِبُّونَكُمۡ وَتُؤۡمِنُونَ بِٱلۡكِتَٰبِ كُلِّهِۦ وَإِذَا لَقُوكُمۡ قَالُوٓاْ ءَامَنَّا وَإِذَا خَلَوۡاْ عَضُّواْ عَلَيۡكُمُ ٱلۡأَنَامِلَ مِنَ ٱلۡغَيۡظِۚ قُلۡ مُوتُواْ بِغَيۡظِكُمۡۗ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمُۢ بِذَاتِ ٱلصُّدُورِ 

IV.          NUN IWAD

Nun kecil dibawah namanya Nun Iwad, dan dibaca kasrah. Diawal ayat tidak dibaca ditengah ayat terbaca. Contoh:  surat al-A’raf/7 : 164

وَإِذْ قَالَتْ أُمَّةٌ مِّنْهُمْ لِمَ تَعِظُونَ قَوْمًا ناللَّهُ مُهْلِكُهُمْ أَوْ مُعَذِّبُهُمْ عَذَابًا شَدِيدًاۖ قَالُوا مَعْذِرَةً إِلَىٰ رَبِّكُمْ وَلَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ .

V.          SIN - SHAD

Tulisan Ṣad atasnya ada sin kecil di al-Qur’an ada 4, cara membacanya ada 3.

1.       وَيَبْصُۣطُۖ  Dibaca  وَيَبْسُطُۖ   tulisannya Shad harus dibaca Sin. Terdapat di surat Al-Baqarah ayat 245 juz 2, dan al-A’raf ayat 69 juz 8.

-          `¨B #sŒ Ï%©!$# ÞÚ̍ø)ム©!$# $·Êös% $YZ|¡ym ¼çmxÿÏ軟ÒãŠsù ÿ¼ã&s! $]ù$yèôÊr& ZouŽÏWŸ2 4 ª!$#ur âÙÎ6ø)tƒ äÝ+Áö6tƒur ÏmøŠs9Î)ur šcqãèy_öè? ÇËÍÎÈ  

-          óOçFö6Éftãurr& br& öNä.uä!%y` ֍ò2ÏŒ `ÏiB öNä3În/§ 4n?tã 9@ã_u öNä3ZÏiB öNà2uÉZãŠÏ9 4 (#ÿrãà2øŒ$#ur øŒÎ) öNä3n=yèy_ uä!$xÿn=äz .`ÏB Ï÷èt/ ÏQöqs% 8yqçR öNä.yŠ#yur Îû È,ù=yÜø9$# ZpsÜ)Át/ ( (#ÿrãà2øŒ$$sù uäIw#uä «!$# ÷/ä3ª=yès9 tbqßsÎ=øÿè? ÇÏÒÈ  

2.       اَمۡ هُمُ الۡمُصَۜيۡطِرُوۡنَؕ Boleh dibaca  اَمۡ هُمُ الۡمُصَيۡطِرُوۡنَؕboleh dibaca

 اَمۡ هُمُ الۡمُسَيۡطِرُوۡنَؕ

tulisannya shad boleh dibaca Shad boleh dibaca sin. Terdapat disurat at-Thur ayat 37 juz 27.

÷Pr& öNèdyZÏã ßûÉî!#tyz y7În/u ÷Pr& ãNèd tbrãÏÜøkÁßJø9$# ÇÌÐÈ  

3.       بِمُصَۜيۡطِرٍۙ Tetap dibaca بِمُصَيۡطِرٍۙ , tulisannya Shad tetap dibaca Shad. Terdapat disura al-Ghasyiyah ayat 22 juz 30.

|Mó¡©9 OÎgøn=tæ @ÏÜøŠ|ÁßJÎ/ ÇËËÈ  

VI.          IHAR WAJIB

Iẓhar Wajib adalah setiap ada nun sukun (نْ) bertemu dengan wawu (و) atau ya’ (ي) dalam satu kalimah. Didalam al Qur’an hanya ada empat, yaitu:

·      ٱلدُّنۡيَا  terdapat di surat Ash Shafat/37 juz 23 ayat 6.

اِنَّا زَيَّنَّا السَّمَاۤءَ الدُّنْيَا بِزِيْنَةِ الْكَوَاكِبِۙ

·      بُنۡيَٰنٞ  terdapat di surat Ash Shaf/61 juz 28 ayat 4

اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الَّذِيْنَ يُقَاتِلُوْنَ فِيْ سَبِيْلِهٖ صَفًّا كَاَنَّهُمْ بُنْيَانٌ مَّرْصُوْصٌ

·      صِنۡوَانٞ terdapat di surat Ar Ra’d/13 juz 13 ayat 4

وَفِى الْاَرْضِ قِطَعٌ مُّتَجٰوِرٰتٌ وَّجَنّٰتٌ مِّنْ اَعْنَابٍ وَّزَرْعٌ وَّنَخِيْلٌ صِنْوَانٌ وَّغَيْرُ صِنْوَانٍ يُّسْقٰى بِمَاۤءٍ وَّاحِدٍۙ وَّنُفَضِّلُ بَعْضَهَا عَلٰى بَعْضٍ فِى الْاُكُلِۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّعْقِلُوْنَ

·      قِنۡوَانٞ   terdapat di surat Al An’am/6  juz 6 ayat 99

وَهُوَ الَّذِيْٓ اَنْزَلَ مِنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءًۚ فَاَخْرَجْنَا بِهٖ نَبَاتَ كُلِّ شَيْءٍ فَاَخْرَجْنَا مِنْهُ خَضِرًا نُّخْرِجُ مِنْهُ حَبًّا مُّتَرَاكِبًاۚ وَمِنَ النَّخْلِ مِنْ طَلْعِهَا قِنْوَانٌ دَانِيَةٌ وَّجَنّٰتٍ مِّنْ اَعْنَابٍ وَّالزَّيْتُوْنَ وَالرُّمَّانَ مُشْتَبِهًا وَّغَيْرَ مُتَشَابِهٍۗ اُنْظُرُوْٓا اِلٰى ثَمَرِهٖٓ اِذَٓا اَثْمَرَ وَيَنْعِهٖۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكُمْ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يُّؤْمِنُوْنَ

VII.          SURAT TAUBAH

Awal Surat Baro’ah atau At-Taubah tidak boleh membaca Basmalah bacalah Ta’awudz saja. HARAM hukumnya membaca Basmalah diawal surat at-Taubah. MAKRUH hukumnya membaca Basmalah ditengah surat at-Taubah.

Surat Taubah di awal

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ بَرَآءَةٌ مِّنَ اللّٰهِ وَرَسُوۡلِهٖۤ اِلَى الَّذِيۡنَ عَاهَدتُّمۡ مِّنَ الۡمُشۡرِكِيۡنَ  فَسِيۡحُوۡا فِى الۡاَرۡضِ اَرۡبَعَةَ اَشۡهُرٍ وَّاعۡلَمُوۡۤا اَنَّكُمۡ غَيۡرُ مُعۡجِزِى اللّٰهِ‌ۙ وَاَنَّ اللّٰهَ مُخۡزِى الۡكٰفِرِيۡنَ‏ وَاَذَانٌ مِّنَ اللّٰهِ وَرَسُوۡلِهٖۤ اِلَى النَّاسِ يَوۡمَ الۡحَجِّ الۡاَكۡبَرِ اَنَّ اللّٰهَ بَرِىۡۤءٌ مِّنَ الۡمُشۡرِكِيۡنَ ‌ ۙ وَ رَسُوۡلُهٗ‌ ؕ فَاِنۡ تُبۡتُمۡ فَهُوَ خَيۡرٌ لَّـكُمۡ ‌ۚ وَاِنۡ تَوَلَّيۡتُمۡ فَاعۡلَمُوۡۤا اَنَّكُمۡ غَيۡرُ مُعۡجِزِى اللّٰهِ‌ ؕ وَبَشِّرِ الَّذِيۡنَ كَفَرُوۡا بِعَذَابٍ اَ لِيۡمٍۙ

Surat Taubah di tengah

اَلَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا وَ هَاجَرُوۡا وَجَاهَدُوۡا فِىۡ سَبِيۡلِ اللّٰهِ بِاَمۡوَالِهِمۡ وَاَنۡفُسِهِمۡۙ اَعۡظَمُ دَرَجَةً عِنۡدَ اللّٰهِ‌ؕ وَاُولٰٓٮِٕكَ هُمُ الۡفَآٮِٕزُوۡنَ‏    يُبَشِّرُهُمۡ رَبُّهُمۡ بِرَحۡمَةٍ مِّنۡهُ وَرِضۡوَانٍ وَّجَنّٰتٍ لَّهُمۡ فِيۡهَا نَعِيۡمٌ مُّقِيۡمٌ


















VIII.          IMALAH

Imalah adalah memiringkan bacaan fathah dengan kasrah pada 2/3 alif. Terdapat pada surat Hud/11, juz 13, ayat 41.

۞وَقَالَ ٱرۡكَبُواْ فِيهَا بِسۡمِ ٱللَّهِ مَجۡرٜىٰهَا وَمُرۡسَىٰهَآۚ إِنَّ رَبِّي لَغَفُورٞ رَّحِيمٞ ٤١

IX.          ISYMAM

Isymam artinya bibir mecucu ditengah-tengah sebagai isyarat bunyi dhummah, didalam al-Qur’an hanya ada 1 terdapat disurat yusuf/12 juz 12 ayat 11.

قَالُواْ يَٰٓأَبَانَا مَالَكَ لَا تَأۡمَ۬نَّا عَلَىٰ يُوسُفَ وَإِنَّا لَهُۥ لَنَٰصِحُونَ ١١

X.              TASHIL

Tashil adalah meringankan bacaan hamzah yang kedua didalam al-Qur’an hanya ada 1 terdapat di surat As-Sajadah atau Fussilat/32 juz 24 ayat 44.

وَلَوۡ جَعَلۡنَٰهُ قُرۡءَانًا أَعۡجَمِيّٗا لَّقَالُواْ لَوۡلَا فُصِّلَتۡ ءَايَٰتُهُۥٓۖ ءَا۬عۡجَمِيّٞ وَعَرَبِيّٞۗ قُلۡ هُوَ لِلَّذِينَ ءَامَنُواْ هُدٗى وَشِفَآءٞۚ وَٱلَّذِينَ لَا يُؤۡمِنُونَ فِيٓ ءَاذَانِهِمۡ وَقۡرٞ وَهُوَ عَلَيۡهِمۡ عَمًىۚ أُوْلَٰٓئِكَ يُنَادَوۡنَ مِن مَّكَانِۢ بَعِيدٖ ٤٤

XI.              SAKTAH

Saktah adalah berhenti sejenak kira-kira 1 alif tanpa bernafas. Kalimat yang dibaca saktah di dalam al-Qur’an hanya ada 4, yaitu:

1)    QS. Al-Kahfi/18 , juz 15, ayat 2

ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ ٱلَّذِيٓ أَنزَلَ عَلَىٰ عَبۡدِهِ ٱلۡكِتَٰبَ وَلَمۡ يَجۡعَل لَّهُۥ عِوَجَاۜ ١ قَيِّمٗا لِّيُنذِرَ بَأۡسٗا شَدِيدٗا مِّن لَّدُنۡهُ وَيُبَشِّرَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ٱلَّذِينَ يَعۡمَلُونَ ٱلصَّٰلِحَٰتِ أَنَّ لَهُمۡ أَجۡرًا حَسَنٗا ٢

2)    QS. Yasin/36 , juz 23, ayat 52

قَالُواْ يَٰوَيۡلَنَا مَنۢ بَعَثَنَا مِن مَّرۡقَدِنَاۜۗ هَٰذَا مَا وَعَدَ ٱلرَّحۡمَٰنُ وَصَدَقَ ٱلۡمُرۡسَلُونَ ٥٢

3)    QS. Al-Qiyamah/75 , juz 29, ayat 27

وَقِيلَ مَنۡۜ رَاقٖ ٢٧

4)    QS. Al-Muthaffifin/83 , juz 30, ayat 14

كَلَّاۖ بَلۡۜ رَانَ عَلَىٰ قُلُوبِهِم مَّا كَانُواْ يَكۡسِبُونَ ١٤

XII.          ILLA (إِلَّا )

Semua huruf illa (إِلَّا ) didalam Al-Qur’an bagus dibaca washal, kecuali 3:

1)    أَوۡلِيَآءُ بَعۡضٍۚ إِلَّا تَفۡعَلُوهُ  Terdapat disurat Al-Anfal/8 juz 10 ayat 73

وَٱلَّذِينَ كَفَرُواْ بَعۡضُهُمۡ أَوۡلِيَآءُ بَعۡضٍۚ إِلَّا تَفۡعَلُوهُ تَكُن فِتۡنَةٞ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَفَسَادٞ كَبِيرٞ 

2)     فِي ٱلۡأٓخِرَةِ إِلَّا قَلِيلٌ﴿٣٨﴾ إِلَّا تَنفِرُواْ   Terdapat disurat Baro’ah/ At-Taubah/9 juz 10 ayat 39

..فَمَا مَتَٰعُ ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا فِي ٱلۡأٓخِرَةِ إِلَّا قَلِيلٌ﴿٣٨﴾ إِلَّا تَنفِرُواْ يُعَذِّبۡكُمۡ.. ﴿٣٩﴾

3)     Terdapat disurat Baro’ah/at-Taubah/9 juz 10 ayat 40

...وَٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ قَدِيرٌ ﴿٣٩﴾ إِلَّا تَنصُرُوهُ فَقَدۡ نَصَرَهُ ٱللَّهُ...  ﴿٤٠﴾

XIII.     BACAAN WAQAF YANG DIBACA WASHAL

1.        أَلَّا تَعۡدِلُواْۚ ٱعۡدِلُواْ  jika dibaca waṣal  أَلَّا تَعۡدِلُوااعۡدِلُواْ, terdapat di Surat Al-Maidah/5, Juz 6, Ayat 8

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ كُونُواْ قَوَّٰمِينَ لِلَّهِ شُهَدَآءَ بِٱلۡقِسۡطِۖ وَلَا يَجۡرِمَنَّكُمۡ شَنَ‍َٔانُ قَوۡمٍ عَلَىٰٓ أَلَّا تَعۡدِلُواْۚ ٱعۡدِلُواْ هُوَ أَقۡرَبُ لِلتَّقۡوَىٰۖ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرُۢ بِمَا تَعۡمَلُونَ ٨

2.       يَلۡهَثۚ ذَّٰلِكَ  jika dibaca waṣal يَلۡهَث ذَّٰلِكَ  terdapat di Surat Al-A’raf/7, Juz 9, Ayat 176

وَلَوۡ شِئۡنَالَرَفَعۡنَٰهُ بِهَا وَلَٰكِنَّهُۥٓ أَخۡلَدَ إِلَى ٱلۡأَرۡضِ وَٱتَّبَعَ هَوَىٰهُۚ فَمَثَلُهُۥ كَمَثَلِ ٱلۡكَلۡبِ إِن تَحۡمِلۡ عَلَيۡهِ يَلۡهَثۡ أَوۡ تَتۡرُكۡهُ يَلۡهَثۚ ذَّٰلِكَ مَثَلُ ٱلۡقَوۡمِ ٱلَّذِينَ كَذَّبُواْ بِ‍َٔايَٰتِنَاۚ فَٱقۡصُصِ ٱلۡقَصَصَ لَعَلَّهُمۡ يَتَفَكَّرُونَ ١٧٦

3.       لَا تَعۡلَمُونَهُمُۚ ٱللَّهُ يَعۡلَمُهُمۡۚ  jika dibaca waṣal  لَا تَعۡلَمُونَهُمُ ٱللَّهُ يَعۡلَمُهُمۡۚ, terdapat di Surat Al-Anfal/8, Juz 10, Ayat 60

وَأَعِدُّواْ لَهُم مَّا ٱسۡتَطَعۡتُم مِّن قُوَّةٖ وَمِن رِّبَاطِ ٱلۡخَيۡلِ تُرۡهِبُونَ بِهِۦ عَدُوَّ ٱللَّهِ وَعَدُوَّكُمۡ وَءَاخَرِينَ مِن دُونِهِمۡ             لَا تَعۡلَمُونَهُمُۚ ٱللَّهُ يَعۡلَمُهُمۡۚ وَمَا تُنفِقُواْ مِن شَيۡءٖ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ يُوَفَّ إِلَيۡكُمۡ وَأَنتُمۡ لَا تُظۡلَمُونَ ٦٠

4.       ذٰ لِكُمُ‌طاَلنَّارُط  jika dibaca waṣal  ذٰ لِكُمُ‌ النَّارُط  terdapat di Surat Al-Hajj/22, Juz 17, Ayat 72

وَاِذَا تُتۡلٰى عَلَيۡهِمۡ اٰيٰـتُـنَا بَيِّنٰتٍ تَعۡرِفُ فِىۡ وُجُوۡهِ الَّذِيۡنَ كَفَرُوۡا الۡمُنۡكَرَط  يَكَادُوۡنَ يَسۡطُوۡنَ بِالَّذِيۡنَ يَتۡلُوۡنَ عَلَيۡهِمۡ اٰيٰتِنَا‌ ط قُلۡ اَفَاُنَبِّئُكُمۡ بِشَرٍّ مِّنۡ ذٰلِكُمُ‌طاَلنَّارُ ط   وَعَدَهَا اللّٰهُ الَّذِيۡنَ كَفَرُوۡا‌ ۚ وَبِئۡسَ الۡمَصِيۡرُ

5.        الْعَنْكَبُوْتِۚ اِتَّخَذَتْ بَيْتًاۗ  jika dibaca waṣal  الْعَنْكَبُوْتِ اتَّخَذَتْ بَيْتًاۗ , terdapat di Surat Al-Ankabut/29, Juz 20, Ayat 41

مَثَلُ الَّذِيْنَ اتَّخَذُوْا مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ اَوْلِيَاۤءَ كَمَثَلِ الْعَنْكَبُوْتِۚ اِتَّخَذَتْ بَيْتًاۗ وَاِنَّ اَوْهَنَ الْبُيُوْتِ لَبَيْتُ الْعَنْكَبُوْتِۘ لَوْ كَانُوْا يَعْلَمُوْنَ

6.       بِاللّٰهِ الظُّنُوۡنَا ۝ هُنَالِكَ   jika dibaca waṣal  بِاللّٰهِ الظُّنُوۡنَ هُنَالِكَ  , terdapat di surat Al-Ahzab/33 juz 22 ayat 10-11

اِذۡ جَآءُوۡكُمۡ مِّنۡ فَوۡقِكُمۡ وَمِنۡ اَسۡفَلَ مِنۡكُمۡ وَاِذۡ زَاغَتِ الۡاَبۡصَارُ وَبَلَغَتِ الۡقُلُوۡبُ الۡحَـنَـاجِرَ وَتَظُنُّوۡنَ بِاللّٰهِ الظُّنُوۡنَا ۝ هُنَالِكَ ابۡتُلِىَ الۡمُؤۡمِنُوۡنَ وَزُلۡزِلُوۡا زِلۡزَالًا شَدِيۡدًا ۝

7.       فَاَضَلُّوۡنَا السَّبِيۡلَا ۝ رَبَّنَاۤ اٰتِهِمۡ   jika dibaca waṣal  فَاَضَلُّوۡنَا السَّبِيۡلَ رَبَّنَاۤ اٰتِهِمۡ   terdapat di surat Al-Ahzab/33 juz 22 ayat 67-68

وَقَالُوۡا رَبَّنَاۤ اِنَّاۤ اَطَعۡنَا سَادَتَنَا وَكُبَرَآءَنَا فَاَضَلُّوۡنَا السَّبِيۡلَا ۝ رَبَّنَاۤ اٰتِهِمۡ ضِعۡفَيۡنِ مِنَ الۡعَذَابِ وَالۡعَنۡهُمۡ لَعۡنًا كَبِيۡرًا

8.        هَلۡ يَسۡتَوِيٰنِ مَثَلًا ‌ؕ اَلۡحَمۡدُ لِلّٰهِ ۚ  jika dibaca waṣal   هَلۡ يَسۡتَوِيٰنِ مَثَلَ نِالۡحَمۡدُ لِلّٰهِ ۚ  terdapat di surat Az-Zumar/39 juz 23 ayat 29.

ضَرَبَ اللّٰهُ مَثَلًا رَّجُلًا فِيۡهِ شُرَكَآءُ مُتَشٰكِسُوۡنَ وَرَجُلًا سَلَمًا لِّرَجُلٍ ؕ هَلۡ يَسۡتَوِيٰنِ مَثَلًا ‌ؕ اَلۡحَمۡدُ لِلّٰهِ ۚ بَلۡ اَكۡثَرُهُمۡ لَا يَعۡلَمُوۡنَ

9.       فِى السَّمٰوٰتِ‌ؕ اِیْتُوۡنِىۡ  jika dibaca waqaf ,  bacaan mad badal  فِى السَّمٰوٰتِ‌ائْتُوۡنِىۡ  jika dibaca waṣal terdapat dalam surat Al-Ahqof/46 juz 26 ayat 4  

قُلۡ اَرَءَيۡتُمۡ مَّا تَدۡعُوۡنَ مِنۡ دُوۡنِ اللّٰهِ اَرُوۡنِىۡ مَاذَا خَلَقُوۡا مِنَ الۡاَرۡضِ اَمۡ لَهُمۡ شِرۡكٌ فِى السَّمٰوٰتِ‌ؕ اِیْتُوۡنِىۡ بِكِتٰبٍ مِّنۡ قَبۡلِ هٰذَاۤ اَوۡ اَثٰرَةٍ مِّنۡ عِلۡمٍ اِنۡ كُنۡتُمۡ صٰدِقِيۡنَ

XIV.              BACAAN HATI-HATI

1.       أَن طَهِّرَا  ra-nya tetap dibaca panjang 1 alif, terdapat di Surat Al-Baqarah/2, Juz 1, Ayat 125

وَإِذۡ جَعَلۡنَا ٱلۡبَيۡتَ مَثَابَةٗ لِّلنَّاسِ وَأَمۡنٗا وَٱتَّخِذُواْ مِن مَّقَامِ إِبۡرَٰهِ‍ۧمَ مُصَلّٗىۖ وَعَهِدۡنَآ إِلَىٰٓ إِبۡرَٰهِ‍ۧمَ وَإِسۡمَٰعِيلَ أَن طَهِّرَا بَيۡتِيَ لِلطَّآئِفِينَ وَٱلۡعَٰكِفِينَ وَٱلرُّكَّعِ ٱلسُّجُودِ ١٢٥

2.       مَن يَشَإِ ٱللَّهُ  sya-nya dibaca pendek, terdapat di Surat Al-An’am/8, Juz 7, Ayat 39

وَٱلَّذِينَ كَذَّبُواْ بِ‍َٔايَٰتِنَا صُمّٞ وَبُكۡمٞ فِي ٱلظُّلُمَٰتِۗ مَن يَشَإِ ٱللَّهُ يُضۡلِلۡهُ وَمَن يَشَأۡ يَجۡعَلۡهُ عَلَىٰ صِرَٰطٖ مُّسۡتَقِيمٖ ٣٩

3.       ذَٰلِكَ لَمِنۡ  bukan لِمِنۡ    ŻALIKA LAMIN BUKAN LIMAN, Asy-Syura/42, Juz 25, Ayat 43.  وَلَمَن صَبَرَ وَغَفَرَ إِنَّ ذَٰلِكَ لَمِنۡ عَزۡمِ ٱلۡأُمُورِ ٤٣

4.       أَفَإِيْن fa-nya dibaca pendek, terdapat di Surat Ali Imran/3, Juz 3, Ayat 144

وَمَا مُحَمَّدٌ إِلَّا رَسُولٞ قَدۡ خَلَتۡ مِن قَبۡلِهِ ٱلرُّسُلُۚ أَفَإِيْن مَّاتَ أَوۡ قُتِلَ ٱنقَلَبۡتُمۡ عَلَىٰٓ أَعۡقَٰبِكُمۡۚ وَمَن يَنقَلِبۡ عَلَىٰ عَقِبَيۡهِ فَلَن يَضُرَّ ٱللَّهَ شَيۡ‍ٔٗاۗ وَسَيَجۡزِي ٱللَّهُ ٱلشَّٰكِرِينَ

5.       مِن نَّبَإِيْ  ba-nya dibaca, terdapat di Surat Al-An’am/6, Juz 7, Ayat 34

وَلَقَدۡ كُذِّبَتۡ رُسُلٞ مِّن قَبۡلِكَ فَصَبَرُواْ عَلَىٰ مَا كُذِّبُواْ وَأُوذُواْ حَتَّىٰٓ أَتَىٰهُمۡ نَصۡرُنَاۚ وَلَا مُبَدِّلَ لِكَلِمَٰتِ ٱللَّهِۚ وَلَقَدۡ جَآءَكَ مِن نَّبَإِيْ ٱلۡمُرۡسَلِينَ ٣٤

6.       يَوۡمِئِذٍۚ BUKAN يَوۡمَئِذٍۚ   YAUMIIŻIN BUKAN YAUMAIŻIN, Hud/70, Juz 12, Ayat 66.

فَلَمَّا جَآءَ أَمۡرُنَا نَجَّيۡنَا صَٰلِحٗا وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مَعَهُۥ بِرَحۡمَةٖ مِّنَّا وَمِنۡ خِزۡيِ يَوۡمِئِذٍۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ ٱلۡقَوِيُّ ٱلۡعَزِيزُ ٦٦

7.       ثَمُودَاْ Da-nya dibaca pendek,

a.    Hud/70, Juz 12, Ayat 68

كَأَن لَّمۡ يَغۡنَوۡاْ فِيهَآۗ أَلَآ إِنَّ ثَمُودَاْ كَفَرُواْ رَبَّهُمۡۗ أَلَا بُعۡدٗا لِّثَمُودَ ٦٨

b.    Al-Furqan/25, Juz 19, Ayat 38

وَعَادٗا وَثَمُودَاْ وَأَصۡحَٰبَ ٱلرَّسِّ وَقُرُونَۢا بَيۡنَ ذَٰلِكَ كَثِيرٗا

c.    Al-‘Ankabut/29, Juz 20, Ayat 38

وَعَادٗا وَثَمُودَاْ وَقَد تَّبَيَّنَ لَكُم مِّن مَّسَٰكِنِهِمۡۖ وَزَيَّنَ لَهُمُ ٱلشَّيۡطَٰنُ أَعۡمَٰلَهُمۡ فَصَدَّهُمۡ عَنِ ٱلسَّبِيلِ وَكَانُواْ مُسۡتَبۡصِرِينَ ٣٨

d.    An-Najm/53, juz 27, ayat 51

وَثَمُودَاْ فَمَآ أَبۡقَىٰ ٥١

8.       Semua tulisan WA yang diikuti alif, WA-nya dibaca panjang kecuali 5, WA-nya dibaca pendek. لِّـتَتۡلُوَا۟, لِّيَبۡلُوَا۟, لِّيَرۡبُوَا۟, وَنَبۡلُوَا۟, لَنۡ نَّدۡعُوَا۫

a.    Ar-Ra’ad/13, juz 12, ayat 30

كَذٰلِكَ اَرۡسَلۡنٰكَ فِىۡۤ اُمَّةٍ قَدۡ خَلَتۡ مِنۡ قَبۡلِهَاۤ اُمَمٌ لِّـتَتۡلُوَا۟ عَلَيۡهِمُ الَّذِىۡۤ اَوۡحَيۡنَاۤ اِلَيۡكَ  وَ هُمۡ يَكۡفُرُوۡنَ بِالرَّحۡمٰنِ‌ؕ

b.    Muhammad/47, juz 26, ayat 4

وَلَوۡ يَشَآءُ اللّٰهُ لَانْـتَصَرَ مِنۡهُمۡ  وَلٰـكِنۡ لِّيَبۡلُوَا۟ بَعۡضَكُمۡ بِبَعۡضٍ‌ؕ وَالَّذِيۡنَ قُتِلُوۡا فِىۡ سَبِيۡلِ اللّٰهِ فَلَنۡ يُّضِلَّ اَعۡمَالَهُمۡ

c.    Ar Rum/30, juz 21, ayat 39

وَمَاۤ اٰتَيۡتُمۡ مِّنۡ رِّبًا لِّيَرۡبُوَا۟ فِىۡۤ اَمۡوَالِ النَّاسِ فَلَا يَرۡبُوۡا عِنۡدَ اللّٰهِ‌ۚ وَمَاۤ اٰتَيۡتُمۡ مِّنۡ زَكٰوةٍ تُرِيۡدُوۡنَ وَجۡهَ اللّٰهِ فَاُولٰٓٮِٕكَ هُمُ الۡمُضۡعِفُوۡنَ

d.    Muhammad/31, juz 26, ayat 31

وَلَـنَبۡلُوَنَّكُمۡ حَتّٰى نَعۡلَمَ الۡمُجٰهِدِيۡنَ مِنۡكُمۡ وَالصّٰبِرِيۡنَ ۙ وَنَبۡلُوَا۟ اَخۡبَارَكُمۡ

e.    Al Kahfi/18, juz 15, ayat 14

وَّرَبَطۡنَا عَلٰى قُلُوۡبِهِمۡ اِذۡ قَامُوۡا فَقَالُوۡا رَبُّنَا رَبُّ السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضِ لَنۡ نَّدۡعُوَا۫ مِنۡ دُوۡنِهٖۤ اِلٰهًـا‌ لَّـقَدۡ قُلۡنَاۤ اِذًا شَطَطًا‏

9.       مِائَتَيۡنِ‌ ۚ  # مِّائَةٌ MIM-nya dibaca pendek terdapat dalam surat Al-Anfal/8 Juz 9 ayat 65

يٰۤـاَيُّهَا النَّبِىُّ حَرِّضِ الۡمُؤۡمِنِيۡنَ عَلَى الۡقِتَالِ‌ ؕ اِنۡ يَّكُنۡ مِّنۡكُمۡ عِشۡرُوۡنَ صَابِرُوۡنَ يَغۡلِبُوۡا مِائَتَيۡنِ‌ ۚ وَاِنۡ يَّكُنۡ مِّنۡكُمۡ مِّائَةٌ يَّغۡلِبُوۡۤا اَ لۡفًا مِّنَ الَّذِيۡنَ كَفَرُوۡا بِاَنَّهُمۡ قَوۡمٌ لَّا يَفۡقَهُوۡنَ

10.   لّٰـكِنَّا۟ dibaca لّٰـكِنَّ, Na-nya dibaca pendek. Didalam al-Qur’an hanya terdapat dalam surat Al-Kahfi/18 juz 15, ayat 38.

لّٰـكِنَّا۟ هُوَ اللّٰهُ رَبِّىۡ وَلَاۤ اُشۡرِكُ بِرَبِّىۡۤ اَحَدًا

وَلٰكِنَّا dibaca وَلٰكِنَّا, Na-nya tetap dibaca panjang. Surat al-Qasas/28, juz 20, ayat 45

وَلٰـكِنَّٱ اَنۡشَاۡنَا قُرُوۡنًا فَتَطَاوَلَ عَلَيۡهِمُ الۡعُمُرُ‌ۚ وَمَا كُنۡتَ ثَاوِيًا فِىۡۤ اَهۡلِ مَدۡيَنَ تَـتۡلُوۡا عَلَيۡهِمۡ اٰيٰتِنَاۙ وَلٰـكِنَّا كُنَّا مُرۡسِلِيۡنَ

11.   فِيۡهٖ مُهَانًا ۝اِلَّا   HI-nya dibaca panjang, bacaan Mad Mubalaghoh di al-Qur’an hanya satu. Terdapat di surat al-Furqan/25 juz 19, ayat 69

يُضٰعَفۡ لَهُ الۡعَذَابُ يَوۡمَ الۡقِيٰمَةِ وَيَخۡلُدۡ فِيۡهٖ مُهَانًا ۝   اِلَّا مَنۡ تَابَ وَاٰمَنَ وَعَمِلَ عَمَلًاصَالِحًـا فَاُولٰٓٮِٕكَ يُبَدِّلُ اللّٰهُ سَيِّاٰتِهِمۡ حَسَنٰتٍ‌ ؕ وَكَانَ اللّٰهُ غَفُوۡرًا رَّحِيۡمًا

12.   ضَعۡفًا  ضَعۡفٍ boleh dibaca ضُعۡفًا  ضُعۡفٍ terdapat dalam surat Ar-Rum/30, juz 21 ayat 54

 اَللّٰهُ الَّذِىۡ خَلَقَكُمۡ مِّنۡ ضَعۡفٍ ثُمَّ جَعَلَ مِنۡۢ بَعۡدِ ضَعۡفٍ قُوَّةً ثُمَّ جَعَلَ مِنۡۢ بَعۡدِ قُوَّةٍ ضَعۡفًا وَّشَيۡبَةًۚؕ يَخۡلُقُ مَا يَشَآءُ ‌ۚ وَهُوَ الۡعَلِيۡمُ الۡقَدِيۡرُ

13.   اَرِنَا الَّذَيۡنِ Dza-Nya dibaca fathah terdapat di surat Fussilat/41 juz 22 ayat 29

وَقَالَ الَّذِيۡنَ كَفَرُوۡا رَبَّنَآ اَرِنَا الَّذَيۡنِ اَضَلّٰنَا مِنَ الۡجِنِّ وَالۡاِنۡسِ نَجۡعَلۡهُمَا تَحۡتَ اَقۡدَامِنَا لِيَكُوۡنَا مِنَ الۡاَسۡفَلِيۡنَ

14.   بِئۡسَ الِاسۡمُ dibaca بِئۡسَ لِ سۡمُ  tilisanya alif lam kasroh dibaca lam kasroh, di al-Qur’an hanya ada satu terdapat disurat al-Hujarat/49 juz 26 ayat 11

يٰۤاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا لَا يَسۡخَرۡ قَوۡمٌ مِّنۡ قَوۡمٍ عَسٰٓى اَنۡ يَّكُوۡنُوۡا خَيۡرًا مِّنۡهُمۡ وَلَا نِسَآءٌ مِّنۡ نِّسَآءٍ عَسٰٓى اَنۡ يَّكُنَّ خَيۡرًا مِّنۡهُنَّ‌ۚ وَلَا تَلۡمِزُوۡۤا اَنۡفُسَكُمۡ وَلَا تَنَابَزُوۡا بِالۡاَلۡقَابِ‌ؕ بِئۡسَ الِاسۡمُ الۡفُسُوۡقُ بَعۡدَ الۡاِيۡمَانِ‌ ۚ وَمَنۡ لَّمۡ يَتُبۡ فَاُولٰٓٮِٕكَ هُمُ الظّٰلِمُوۡنَ

15.      اِلَّا الّٰٓـــٓـىِٔۡdibaca  اِلَّا الّٰآىِٔىۡIi-nya panjang terdapat di surat al-Mujadalah/58 juz 28 ayat 2

اَلَّذِيۡنَ يُظٰهِرُوۡنَ مِنۡكُمۡ مِّنۡ نِّسَآٮِٕهِمۡ مَّا هُنَّ اُمَّهٰتِهِمۡؕ اِنۡ اُمَّهٰتُهُمۡ اِلَّا الّٰٓـــٓـىِٔۡ وَلَدۡنَهُمۡؕ وَاِنَّهُمۡ لَيَقُوۡلُوۡنَ مُنۡكَرًا مِّنَ الۡقَوۡلِ وَزُوۡرًاؕوَ اِنَّ اللّٰهَ لَعَفُوٌّ غَفُوۡرٌ

16.   وَّالّٰٓـــٓئِۡ  dibaca  وَالّٰآىِٔىۡIi-nya panjang terdapat di surat at-Thallaq/65 juz 28 ayat 4

 

وَالّٰٓــٓـئِۡ يَٮِٕسۡنَ مِنَ الۡمَحِيۡضِ مِنۡ نِّسَآٮِٕكُمۡ اِنِ ارۡتَبۡتُمۡ فَعِدَّتُهُنَّ ثَلٰثَةُ اَشۡهُرٍ وَّالّٰٓـــٓئِۡ لَمۡ يَحِضۡنَ‌ ؕ وَاُولَاتُ الۡاَحۡمَالِ اَجَلُهُنَّ اَنۡ يَّضَعۡنَ حَمۡلَهُنَّ ‌ؕ وَمَنۡ يَّـتَّـقِ اللّٰهَ يَجۡعَلْ لَّهٗ مِنۡ اَمۡرِهٖ یُسْرًا

17.   سَلٰسِلَا۟ dibaca سَلٰسِلَ jika dibaca washal La yang kedua dibaca pendek, jika dibaca waqaf La yang kedua dibaca sukun di al-Qur’an hanya satu, terdapat di surat al-Insan/76 juz 29 ayat 4.

اِنَّاۤ اَعۡتَدۡنَا لِلۡكٰفِرِيۡنَ سَلٰسِلَا۟ وَاَغۡلٰلًا وَّسَعِيۡرًا

18.   Cara membaca قَوَارِيۡرَا  ada 3 (tiga):

a.    قَوَارِيۡرَا ۝  قَوَارِيۡرَا۟ akhir ayat 15 jika waqaf Ra’nya, dibaca panjang.

b.    قَوَارِيۡرَ ۝  قَوَارِيۡرَ ayat 15-16 jika washal kedua Ra’-nya dibaca pendek

c.     قَوَارِيۡرَ ۝  قَوَارِيۡرْ ayat 15-16 dibaca washal jika terpaksa berhenti di قَوَارِيۡرَا۟ ayat 16, maka Ra’ yang pertama dibaca pendek dan Ra’ yang kedua dibaca sukun. Terdapat di surat al-Insan/76 juz 29 ayat 15-16

وَيُطَافُ عَلَيۡهِمۡ بِاٰنِيَةٍ مِّنۡ فِضَّةٍ وَّاَكۡوَابٍ كَانَتۡ قَوَارِيۡرَا ۝  قَوَارِيۡرَا۟ مِنۡ فِضَّةٍ قَدَّرُوۡهَا تَقۡدِيۡرًا‏

19.   خَالِدَيۡنِ Da-nya dibaca fathah terdapat di surat al-Hujarat/49 juz 28 ayat 17

فَكَانَ عَاقِبَتَهُمَاۤ اَنَّهُمَا فِى النَّارِ خَالِدَيۡنِ فِيۡهَا‌ ؕ وَذٰ لِكَ جَزٰٓؤُا الظّٰلِمِيۡن

20.   ثَمَّ اَمِيۡنٍؕ Tsa-nya dibaca fathah terdapat di surat at-Takwir/81 juz 30 ayat 21

اِنَّهٗ لَقَوۡلُ رَسُوۡلٍ كَرِيۡمٍ ۝ ذِىۡ قُوَّةٍ عِنۡدَ ذِى الۡعَرۡشِ مَكِيۡنٍ ۝ مُّطَاعٍ ثَمَّ اَمِيۡنٍؕ

21.   مَا نَفۡقَهُ كَثِيۡرًا  Hu-nya dibaca pendek terdapat disurat Hud/11 juz 11 ayat 91

قَالُوۡا يٰشُعَيۡبُ مَا نَفۡقَهُ كَثِيۡرًا مِّمَّا تَقُوۡلُ وَاِنَّا لَـنَرٰٮكَ فِيۡنَا ضَعِيۡفًا‌ ۚ وَلَوۡلَا رَهۡطُكَ لَرَجَمۡنٰكَ‌ وَمَاۤ اَنۡتَ عَلَيۡنَا بِعَزِيۡزٍ

22.    يَرۡضَهُ لَـكُمۡ‌Hu-nya dibaca pendek terdapat di surat Hud/11 juz 18 ayat 91

اِنۡ تَكۡفُرُوۡا فَاِنَّ اللّٰهَ غَنِىٌّ عَنۡكُمۡ ‌ ۖ  وَلَا يَرۡضٰى لِعِبَادِهِ الۡـكُفۡرَ‌ ۚ وَاِنۡ تَشۡكُرُوۡا يَرۡضَهُ لَـكُمۡ‌ ؕ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِّزۡرَ اُخۡرٰى‌ ؕ ثُمَّ اِلٰى رَبِّكُمۡ مَّرۡجِعُكُمۡ فَيُنَبِّئُكُمۡ بِمَا كُنۡتُمۡ تَعۡمَلُوۡنَ‌ ؕ اِنَّهٗ عَلِيۡمٌۢ بِذَاتِ الصُّدُوۡرِ

23.   عَلَيۡهُ اللّٰهَ Ha-nya dibaca dhummah terdapat di surat Al-Fath/48 juz 26 ayat 10

اِنَّ الَّذِيۡنَ يُبَايِعُوۡنَكَ اِنَّمَا يُبَايِعُوۡنَ اللّٰهَ ؕ يَدُ اللّٰهِ فَوۡقَ اَيۡدِيۡهِمۡ‌ ۚ فَمَنۡ نَّكَثَ فَاِنَّمَا يَنۡكُثُ عَلٰى نَفۡسِهٖ ‌ۚ وَمَنۡ اَوۡفٰى بِمَا عٰهَدَ عَلَيۡهُ اللّٰهَ فَسَيُؤۡتِيۡهِ اَجۡرًا عَظِيۡمًا

24.    اِلًّا وَّلَا ذِمَّةً‌bukan اِلًّا وَّلَا ذِمَّه‌  terdapat di surat at-Taubah/9 juz 10 ayat 8

كَيۡفَ وَاِنۡ يَّظۡهَرُوۡا عَلَيۡكُمۡ لَا يَرۡقُبُوۡا فِيۡكُمۡ اِلًّا وَّلَا ذِمَّةً‌ ؕ يُرۡضُوۡنَـكُمۡ بِاَفۡوَاهِهِمۡ وَتَاۡبٰى قُلُوۡبُهُمۡ ‌ۚ وَاَكۡثَرُهُمۡ فٰسِقُوۡنَ ‌ۚ

25.   فَكِهِيۡنَ  FA-nya dibaca pendek terdapat di surat al-Muthaffifin/83 juz 30 ayat 31

وَاِذَا انۡقَلَبُوۡۤا اِلٰٓى اَهۡلِهِمُ انْقَلَبُوۡا فَكِهِيۡن